Listrik Vital, Tapi Berisiko: Edukasi K3 Jadi Kunci Keselamatan
Suara Rakyat Indonesia| PEKANBARU
Kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta pengenalan dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dilaksanakan oleh DPC AKLI Pekanbaru dengan dukungan DPD AKLI Riau.
Kegiatan yang diikuti sekitar 140 peserta dari 36 badan usaha anggota AKLI tersebut digelar di Ballroom Hotel Mona Pekanbaru, Jalan HR Subrantas, Rabu (14/1/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD AKLI Riau Yohanis, ST; General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono; Ketua DPC AKLI Pekanbaru Exjhonson Bone; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru Zarman Candra yang diwakili Kasi Operasional Fahriansyah; serta tokoh masyarakat Pekanbaru Ian Tanjung.
Ketua DPD AKLI Riau Yohanis, ST dalam sambutannya menegaskan bahwa pekerja yang aman dan sehat merupakan cita-cita bersama. Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran pentingnya K3 demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang turut mendukung sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Yohanis juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, termasuk dalam menjaga asupan makanan, sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja.
Sementara itu General Manager PLN UID Riau-Kepri, Didik Wicaksono dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pekerjaan.
“Jika suatu pekerjaan tidak aman, lebih baik dihentikan,” tegasnya.
Didik menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan standar perangkat kerja, sarana, serta aparatur profesional untuk meminimalkan risiko kecelakaan, termasuk yang melibatkan masyarakat. Banyak insiden kelistrikan, kata Didik, terjadi akibat kelalaian, padahal risikonya telah diketahui.
Ia berharap edukasi keselamatan kelistrikan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena listrik merupakan energi vital yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern.
Selanjutnya, Ketua DPC AKLI Pekanbaru Exjhonson Bone menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda sosialisasi rutin bagi anggota AKLI untuk meningkatkan kompetensi dan kesadaran terkait K3, P3K, dan penggunaan APAR.
Sebagai vendor dan mitra kerja PLN, Exjhonson menegaskan bahwa AKLI menginginkan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada keselamatan kerja. Pelaksanaan sosialisasi turut diperkuat dengan dukungan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru Zarman Candra melalui Kasi Operasional Fahriansyah mengungkapkan bahwa banyak kebakaran rumah terjadi akibat instalasi listrik yang tidak aman. Oleh karena itu, edukasi keselamatan kelistrikan dinilai sangat penting agar masyarakat memahami risiko serta langkah pencegahannya.
DPKP, kata Fahriansyah, siap berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko kebakaran dan meningkatkan kemampuan penyelamatan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pekanbaru Ian Tanjung menegaskan bahwa persoalan kelistrikan tidak boleh dianggap sepele. Banyak kejadian kebakaran rumah, kata Ian, berawal dari kesalahan instalasi listrik serta minimnya edukasi kepada masyarakat.
Ke depan, pihaknya bersama instruktur akan menyasar sekolah, kantor, hingga perusahaan yang masih kurang memahami keselamatan instalasi listrik. Ian mengajak seluruh pihak untuk membangun budaya keselamatan kelistrikan secara berkelanjutan di wilayah Sumatera.






