Suara rakyat indonesia| Pekanbaru - Yayasan Jaga Riau yang dipimpin Ketua Alan Pane menyatakan penolakan keras terhadap rencana kedatangan Kaesang Pangarep dan Raja Juli Antoni ke Kota Pekanbaru. Penolakan ini dilatarbelakangi oleh bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), yang disebut-sebut sebagai dampak langsung dari perambahan dan penebangan hutan secara ilegal.
Dalam konferensi pers darurat yang digelar di Sekretariat Jaga Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, pada Sabtu pagi ini, Alan Pane menegaskan bahwa banjir tersebut bukanlah bencana alam biasa, melainkan konsekuensi dari kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlarut-larut. Ia secara khusus menuding Raja Juli Antoni yang dikenal sebagai politikus kelahiran Sumatra, telah gagal mengambil langkah tegas terhadap pelaku perusakan hutan.
"Peristiwa banjir yang ada pada hari ini di Aceh, Sumut dan Sumbar terjadi karena perambahan dan penebangan hutan ilegal. Raja Juli Antoni sebagai putra kelahiran Sumatra sekaligus Menteri Kehutanan malah tidak melakukan tindakan tegas terhadap pelaku perusakan hutan. Kami menolak kedatangan beliau pada hari ini dan akan melakukan aksi di bandara Sultan Syarif kasim untuk menuntut tanggung jawabnya dan menyatakan penolakan kami terhadap kehadiran Raja Juli dan Kaesang selaku Ketua Umum PSI yang menaungi Raja Juli," tegas Alan Pane di hadapan puluhan anggota Jaga Riau dan awak media.
Alan Pane menambahkan, aksi protes yang direncanakan akan digelar di area kedatangan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, merupakan salah satu rangkaian penolakan. "Kami akan membentangkan spanduk, membagikan selebaran, dan menyampaikan orasi secara damai namun tegas. Ini bukan soal politik, ini soal nyawa rakyat Sumatra yang terus menjadi korban kelalaian," katanya.
Kerusakan pada lahan hutan ini diduga menjadi pemicu utama banjir lahar dingin di Sumbar dan banjir bandang di Aceh Tamiang serta Langkat, Sumut, yang menewaskan puluhan orang dan mengungsi ribuan warga dalam sepekan terakhir. Jaga Riau mengaku akan terus memantau perkembangan isu ini dan siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan pertanggungjawaban lingkungan tidak kunjung dijawab.
