Suara rakyat indonesia| KUANTANSINGINGI,— Polres Kuantan Singingi menggelar Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap satu personel Polri, di Lapangan Apel Mapolres Kuansing., sekitar pukul 08.30 WIB. Sabtu pagi, (29/11/2025)
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Waka Polres, para Kabag, para Kasat, para Kapolsek jajaran, serta seluruh perwira Polres Kuansing.
Dalam upacara tersebut, dibacakan Keputusan Kapolda Riau Nomor Kep/391/VIII/2025 tanggal 20 Agustus 2025 mengenai Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri terhadap Bripka Khairul Yanto, NRP 83111066, yang sebelumnya bertugas sebagai Bintara Polres Kuantan Singingi. Petugas provos membawa foto personel yang diberhentikan dan melakukan penandaan silang sebagai simbolisasi penetapan PTDH.
Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat dalam amanatnya menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan langkah berat namun harus dilaksanakan demi menjaga profesionalisme dan marwah institusi Polri. Ia menjelaskan bahwa proses PTDH ini telah melalui kajian panjang, mulai dari penanganan perkara oleh Propam, sidang Komisi Kode Etik Polri, hingga putusan yang telah inkrah tanpa upaya hukum lanjutan seperti banding, kasasi, atau peninjauan kembali.
Kapolres menegaskan bahwa keputusan ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh personel Polres Kuansing agar meningkatkan integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Polri tidak akan ditoleransi, terlebih jika dilakukan secara berulang. Menurutnya, setiap personel harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan menjunjung tinggi hukum yang mereka tegakkan.
Dalam penyampaiannya, Kapolres juga memberikan penekanan khusus terkait sikap dan perilaku anggota dalam melayani masyarakat. Ia meminta seluruh personel, termasuk para pejabat utama, untuk menghindari sikap arogan maupun otoriter karena hal tersebut dapat merusak kepercayaan publik. Polri, katanya, harus tampil humanis agar tercipta citra positif di tengah masyarakat.
Upacara PTDH berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan pembacaan doa, laporan komandan upacara, penghormatan pasukan, serta keluarnya inspektur upacara dari lapangan. Kegiatan ini menjadi pengingat penting akan komitmen Polres Kuansing dalam menegakkan disiplin dan menjaga nama baik institusi melalui tindakan yang tegas, transparan, dan profesional.
Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi
